Menu
Cahaya Akhwat

Jangan Takut untuk Memulai Kembali



“Ran, kita sam’an yuk!”
Sms pendek ini seketika membuat dunia Rana cerah. Keinginannya untuk mengumpulakn hafalannya 30 juz dalam sehari muncul kembali. Setelah sekian lama ia terpuruk dalam kesedihan yang dalam.  Sedih karena berkali-kali gagal untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.

Sms pendek itu membuat semangatnya meloncat tinggi. Iya, ia akan memulai lagi. Mungkin terlalu melelahkan, karena kenyataannya hafalannya bagai puzzle yang begitu rumit. Berantakan.
Mungkin terlalu rumit dan perlu waktu yang panjang, ia akan bersabar.
Tidak. Ia akan memulai. Ia akan menyusun skema perencaan dengan cermat.

Tiba-tiba, bayangan badai yang menghancurkan usahanya yang muncul kembali dalam pikiran. Semangatnya turun kembali. Berbagai pikiran buruk kembali berkecamuk.
Bisakah bertahan dalam waktu rentang yang sangat lama? Mungkin badai itu tidak kembali menghantam?  Bisakah berdamai dengan badai itu sejenak, sampai ia menyelesaikan proyek besarnya? Bla.. bla.. dan bla..

Begitulah pikiran-pikiran buruk terus menghasut dan menakutinya, sehingga semangatnya turun sampai titik nadir.

Mungkin teman-teman pernah mengalami serupa. Ketika ada kesempatan dan semangat untuk memulai kembali, melanjutkan perjuangan yang telah terhenti, tiba-tiba pikiran-pikiran buruk muncul mengganggu terlebih jika kita pernah mengalami sebuah ketraumaan, maka rasa takut lebih mendominasi.

Ketahuilah, semua pikiran-pikiran itu bermula dari setan,untuk menghalangi kita untuk melakukan kebaikan. Jika kita lemah, kita kembali gagal (sebelum memulai) dan setan terbahak-bahak mentertawakan kita.

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (Q.s. Al-Baqarah : 268)
Ucapkan hasbunallah wani’mal wakil. (Ali Imran : 173)
حَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْل

Inilah kalimat yang diucapkan para sahabat ketika ditakut-takuti kaum kafir. Kaum kafir berkata, “Sesungguhnya mereka telah menyiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang kalian. Para sahabat berucap, “Hasbunal wani’mal wakil”

Memang tidak ada jaminan, tidak ada badai ketika berlayar. Tapi berlayar dengan segala persiapan lebih baik daripada diam di tepian.

Ketika mulai melangkah, walaupun dengan segala ketakutan berkecamuk, sesungguhnya kita telah menang.
Menang melawan tipu daya setan. Menang melawan ketakutan yang ada dalam diri. Dan menang karena kita telah berani mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap tantangan.

Bersiaplah untuk menjadi seorang pemenang.

Hasbunallah wani’mal. Awali dengan ucapan basmalah dan bersandarlah kepada Allah.    


 *gambar dari banjirpelanggan.com

Tidak ada komentar